Thursday, April 15, 2010

as a secret keeper..

halooo..

Akhirnya April 2010 saya memberanikan diri untuk membuat blog pribadi setelah desakan dan paksaan yang bertubi2 dari "pasien terselubung" aka sahabat2 saya. Menurut mereka blog adalah tempat yang pas untuk menyalurkan kegembiraan saya sebagai seorang konselor.

K.O.N.S.E.L.O.R! itulah profesi saya sejauh ini. Sejak saya usia 22 tahun saya bekerja di Pusat Krisis Terpadu (One Stop Crisis Centre) @Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta, lembaga yang menangani berbagai kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak seperti Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT-Domestic Violence), Perkosaan Dewasa (Rape), Kekerasan Seksual Anak (Child sexual abuse) dan Penderaan Anak (Child Abuse). Usia yang sangat sotoy (sok tau-red) untuk memberikan konsultasi n solusi kehidupan apalagi urusan rumah tangga.
tapi,, seiring berjalannya waktu, seiring materi perkuliahan yg pernah diajarkan dan sekarang dipraktekan, seiiring berkembangnya kasus yg semakin hari semakin parah, seiring suara ambulance yg memaksa belajar tenang, seiring dengan tentiran partner kerja yaitu ibu2 konselor-dokter-perawat-psikolog-psikiater, dan seiring hasrat untuk membantu serta booking tempat di surga... semakin hari saya semakin mencintai pekerjaan ini!


FYI, yaa kira2 segitu deh berkas kasus yang ditangani dlm sebulan .. banyak kan! itu baru yg dilaporkan, yang ga dilaporkan??
kapan2lah saya akan ceritakan bagaimana n seperti apa kasus2 yang saya dkk tangani tentu saja tidak mencantumkan siapa korban & pelakunya karena KODE ETIK! sekali rahasia tetap rahasia yg harus disimpan hingga akhir hayat, begitulah bunyinya, hehe ngarang!

Sepertinya kerjaan itu kebawa sama kehidupan sehari2. Apa dijidat saya ada tulisan "silahkan curhat gratis?" heran terheran2!
"keran bocor tanpa sensor!" bisa berjam2 menjadi pendengar yang baik, kuping panas gara2 telpun kelamaan itu mah udah biasa. Mayoritas masalah percintaan, percintaan, dan percintaan (kesannya expert bgt, padahal mah?!??) terkadang masalah pekerjaan, pertemanan dan keluarga jg ada sih.
Sebenarnya lebih susah jadi konselor buat temen sendiri/tetangga/saudara karena jatohnya lebih sering simpati bukan empati, sering kali saya juga kenal pelakunya, dan terkadang jatohnya saya jadi marah2 dan galak, yaa kl menurut saya mereka salah ya saya bilang salah dan ga perlu lah menunjukan rasa iba atau support atas kesalahan tindakan/pemikiran. Mereka bukan pasien saya-mereka sahabat saya, mereka perlu move-on cepat dan ga perlu lah berlarut2 mengharu biru.
Beda kl dengan pasien, saya perlu membina rapport yang bagus supaya pasien nyaman bercerita masalahnya sehingga bantuannya tepat sasaran.

well, begitulah rasanya menjadi konselor.. ya teman curhat, ya tempat sampah, ya secret keeper. Mungkin blog ini adalah tempat yang tepat u mencurahkan kepusingan saya memegang rahasia sendirian. Baiklah, ini akan saya bagi, tp tetap dengan cara saya yg mengandung unsur -rahasia-.
sepusing apapun itu, saya sangat mencintai pekerjaan saya! paling tidak dengan menyediakan waktu, mata, hati dan telinga, saya mendapatkan banyak sekali pelajaran kehidupan dari semua pasien yg menderita dan tidak seberuntung kita.

makasi sudah membaca,, tunggu tulisan berikutnya yaa..


P.a.W.L

No comments:

Post a Comment